Beranda

[Free Writer] Hello Stranger (Part 2)

12 Komentar

Judul: Hello Stranger

Author: Tirzsa

Main cast: Tiffany ‘SNSD’ & Nichkhun ‘2PM’

Support cast: Yuri ‘SNSD’

Genre: Romance, Comedy

Rating: PG-13

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari salah satu film Thailand. FF ini juga dipublish di http://readfanfiction.wordpress.com/. Do enjoy! ^^

 

Hello Stranger (Part 2)

Bruk!

Nichkhun meringis kesakitan dan sadar dari tidur nyenyaknya ketika merasakan lantai keras dan dingin mengantam keras tulang ekor dan punggungnya. Dalam keadaan setengah sadar, dia mengusap punggung dan bokongnya lalu melirik Tiffany dengan sinis.

“Ya! Mwohaneungoya!” teriaknya kesal.

Tiffany terkesiap. “Oh! Kau orang Korea?”

Nichkhun tak menjawab. Masih meringis. Berapa detik kemudian, dia ikut berteriak kaget. “Bukannya kau gadis jelek yang mendorongku saat di pesawat kemarin?”

Tiffany mengernyit tak terima. “Mwo? Gadis jelek?” Lagi

Iklan

[Free Writer] Hello Stranger (Part 1)

23 Komentar

Judul: Hello Stranger

Author: Tirzsa

Main cast: Tiffany ‘SNSD’ & Nichkhun ‘2PM’

Support cast: Yuri ‘SNSD’

Genre: Romance, Comedy

Rating: PG-13

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari salah satu film Thailand. FF ini juga dipublish di http://readfanfiction.wordpress.com/. Do enjoy! ^^

Hello Stranger (Part 1)

Begitu sampai di bandara Incheon, Tiffany langsung mengeluarkan barang bawaannya dari bagasi mobil pacarnya, Jihoo. Pemuda berkacamata itu hanya diam dan meneliti wajah Tiffany dengan ragu ketika gadis itu sibuk membenahi tas-tas miliknya.

Tiffany yang menyadari tingkah aneh pacarnya itu hanya tersenyum gugup. “Waeyo? Ada yang salah dengan make-upku hari ini?”

Jihoo menggeleng pelan. Dia mendorong kacamata miliknya dengan telunjuk lalu melipat kedua tangan diatas dada. “Apakah kau tidak lupa membawa paspormu?”

“Ani. Ini dia pasporku,” kata Tiffany lalu menunjukkan paspor yang dia simpan disaku bajunya.

“Uang?”

“Aku sudah mengaturnya di dalam dompet seperti yang kau katakan. Mengaturnya dengan berbagai pecahan,” sahut Tiffany lalu terkekeh pelan.

“Permen karet?”

Tiffany mengernyit, “Permen karet? Untuk apa?”

“Untuk dikunyah jika telingamu berdengung dan sakit saat di pesawat nanti.”

Tiffany menatap Jihoo bingung lalu menyeringai lebar. “Ah, ne, aku akan membelinya nanti di dalam bandara. Lagipula aku pergi bersama Jessica. Kau tahu kan Jessica selalu mempersiapkan segalanya. Jadi aku yakin dia pasti membawa permen karet,” ujarnya bohong.

Jihoo mengangguk. “Baguslah kalau begitu. Dan jangan lupa, ketika kau sampai disana, kau harus mengangkat telepon dan membalas smsku segera. Jangan minum-minum dan jangan menyentuh minuman bersoda sama sekali. Jangan pergi ke pantai dan menggunakan bikini. Dan jangan pulang larut malam.”

Tiffany tersenyum kecut. “Ne, chagi.”

Lagi

[Free Writer] When Christmas Come (Part 1)

27 Komentar

When Christmas come… (1/?)

 

 

Author : Kim Mi Yoon

Length : Chapter

Genre : Romance

Cast : Kim Mi Yoon / Shin Mi Cha

Kim Junsu

Cameo : Hwang Chansung

Nichkhun

Jang Wooyoung

Lee Junho

Ok Taechyeon

Kim Ji Woo

 

 

Annyeong reader semua..^o^..

Ketemu lagi sama author Mi Yoon..

Jeongmal gomapseumnida atas koment”nya di FF ku yang Psikopat dan If You not…

Kali ini aku balik lagi dengan cast yang sama ,yaitu 2PM.. Happy reading and jangan lupa koment maupun sarannya.. 1 koment sangat berarti buatku..^o^

 

 

Author POV

“Kamu pulang ya sayang. Appa sangat merindukanmu. Apa kamu tidak merindukan appa?”

“Tentu saja aku merindukan appa. Tapi aku belum bisa pulang, masih ada yang harus aku kerjakan disini”

“Biar appa yang urus semuanya, kamu tidak usah khawatir. Untuk pasportmu juga biar appa yang urus”

“Appa, aku ingin menjadi orang yang bisa bertanggung jawab. Kalo appa yang urus, berarti aku hanya mengandalkan kekayaan appa saja. Aku tidak mau orang-orang berpikir aku tidak mampu melakukan suatu hal yang hebat. Lagipula, kenapa appa ingin sekali aku pulang. Ada hal buruk yang terjadi?”

“Putri appa sudah dewasa rupanya. Baiklah appa izinkan kamu menyelesaikan urusanmu disana. Pokoknya setelah urusanmu selesai kamu harus pulang. Ada yang ingin appa beritahukan padamu, tapi nanti saja setelah kamu tiba disini”

Di Bandara

“Appa” Mi Yoon memanggil appanya, yang berdiri tidak jauh dari tempatnya

“Mi Yoon. Bagaimana kabarmu? Kamu jauh lebih cantik dari 4 tahun yang lalu” kata appa Mi Yoon, Kim Ji Woo, sambil memeluk putri satu-satunya.

“Seperti yang appa lihat, aku baik-baik saja. Appa juga sepertinya baik-baik saja. Tentu saja putri appa ini tambah cantik, kalo tidak cantik bukan Mi Yoon namanya, hehehe..”jawab Mi Yoon yang disambut dengan belaian lembut appanya.

Lagi

[Free Writer] Psikopat

31 Komentar

Title : Psikopat

Author : Kim Mi Yoon

Length : One Shoot

Genre : Thriller

Cast :

Hwang Chansung

Lee Junho

Ok Taechyeon

Jang Wooyoung

Nichkhun

Kim Junsu

Cameo :

Han Sunhee

 

Auhor POV

“2PM…2PM…2PM…”

Sorakan teriakan HOTTEST, nama fans 2PM, semakin menggebu-gebu di akhir konser fantastik mereka.

Ya..2PM…Siapa yang gak kenal dengan Boyband yang merajai negeri ginseng ini. 2PM yang terdiri dari 6 namja keren yaitu, Kim Junsu, Nichkhun, Ok Taechyeon, Jang Wooyoung, Lee Junho, dan Hwang Chansung ini berhasil merebut hati yeoja-yeoja, tak hanya di Korea, bahkan di banyak negara di dunia.

Berawal dari pendatang baru terbaik hingga menjadi Boyband ternama di korea. Tak hanya itu, masing-masing personel 2PM juga menguasai bidang akting. Hal itu menambah kepopuleran 2PM. Semakin hari fans 2PM semakin banyak.

Lagi

[TOP 10 FFL CONTEST] CONUNDRUM

33 Komentar

Title : CONUNDRUM
Author : ddanghobak
Length : Oneshot
Genre : romance/drama/angst
Cast :
– Wooyoung (2PM)
– Ji Eun (IU)
– Nichkhun (2PM)
– Seulong (2AM)
– Taecyeon (2PM)

CONUNDRUM

{ Ketika perbedaan nasionalisme menjadi sandungan bagi sebuah kebahagiaan dan ketika takdir yang berbeda bertemu dan menciptakan masa depan yang baru. }

***

“TEMBAK!”

“Wooyoung-ah!” prajurit lain berteriak keras mengatasi kebisingan baku tembak di sekitar mereka. Desingan peluru memekakkan telinga, debu bercampur mesiu membuat mereka kesulitan untuk melihat jauh. Serangan dari Utara sudah berlangsung selama dua jam dan masih belum menunjukan tanda-tanda akan berhenti.

“Kapten!”

Prajurit yang dipanggil berlari menghampiri sang kapten. Ok Taecyeon dengan senapannya menunjuk ke arah timur, bajunya kotor penuh debu dan tanah, suaranya serak karena berteriak terus namun tetap penuh autoritas seperti biasa, “Kita kekurangan orang! Pertahankan pos 7!”

“Siap, kapten!” seru Wooyoung sambil memberikan salut, ia mendekap senapannya di dekat dada dan segera berlari secepat mungkin ke arah yang dimaksud sang kapten. Ia tak tahu lagi posisinya di mana, debu dan pasir menggesek kulitnya sementara ia meringkuk pergi ke tujuan. Pos tujuh hanya berjarak dua ratus meter dari posnya sekarang, namun di tengah-tengah serbuan ratusan peluru, dua ratus meter terasa sangat jauh. Terlalu jauh.

“Nickhun!” teriak prajurit itu ketika tangannya sudah menyentuh dinding pos tujuh—tempat sahabatnya bertugas. Ia menegakkan tubuhnya dan mengarahkan pistolnya ke seberang—tempat tentara Korea Utara berada. Dua tembakan lepas dari senapannya. Ia tidak menyangka dalam giliran jaganya di DMZ (Demilitarized Zone—zona perbatasan antara Korea Utara dan Selatan) akan terjadi baku tembak begini. Terakhir yang ia ingat adalah ia sedang mengamati garis perbatasan dengan teropong sebelum suara tembakan pertama terdengar.

“Wooyoung!”

Suara sahabatnya terdengar memanggilnya. Ia berlari ke depan pos, darimana suara Nickhun terdengar. Matanya memicing, mencari sosok di tengah-tengah kekacauan yang terjadi.

“Nickhun!”

“Arah jam dua!’

Prajurit itu berlindung di balik tembok rendah sepuluh meter dari pos. Ia mengutuk keras sambil melihat ke balik tembok. Ia mengambil nafas, berusaha untuk menenangkan jantungnya yang berpacu dan mempersiapkan senapannya. Wooyoung mencengkram laras senapannya kemudian berlari menuju arah Nickhun. Pekuru berdesing di atas kepalanya, suara ledakan dan teriakan membuat ia tidak bisa lagi mengandalkan indera pendengarannya. Wooyoung menembakan beberapa peluru asal-asalan ke arah pos Korea Utara, berharap ada setidaknya satu tembakan beruntung yang mengenai pihak lawan.

Tangannya gemetar—meskipun sudah bersiap untuk menjadi tentara, ini pertama kalinya ia menghadapi perang sungguhan. Jantungnya berpacu, tekanan yang ia rasakan jauh berbeda dengan sangat latihan. Ia bisa mati di sini.

Ia bisa mati.

Ironisnya, justru saat ia berpikir tentang kematian kejadian itu terjadi. Begitu cepat hingga ia hampir tidak merasakannya, sekilas ia pikir ia melihat Nickhun di kejauhan lalu kemudian ia merasakan tubuhnya terlempar karena dorongan peluru yang menembus bahunya. Ia bahkan tidak merasakan sakit, seakan inderanya lumpuh begitu saja. Mati untuk Negara adalah prestasi tertinggi seorang prajurit.

Wooyoung terjatuh dengan kepala terlebih dahulu membentur tanah—kemudian hitam. Lagi