Beranda

[One Shot] Like a Maple…

47 Komentar

Angin musim gugur mulai berhembus menusuk seluruh tulangku dengan kencang, membuat seluruh bulu kuduk di tengkuk dan tanganku berdiri tegak. Aku hanya bisa merapatkan long coat ungu dan mencoba menghangatkan tubuhku. Mataku berputar memandang daun maple merah yang satu persatu rontok dari dahannya dan melayang pelan menuju ke tanah.

Uwaaa… kamu lama sekalii…

Aku mengeluarkan ponselku dan menekan beberapa tombolnya untuk mengetik pesan singkat.

To : Lee Seung Hyun

Kamu di mana? Lama sekali…

Tak perlu menunggu lama, ponselku sudah berbunyi nyaring.

From : Lee Seung Hyun

Mianhae, noona. Aku masih di fakultas. Noona di mana?

 

To : Lee Seung Hyun

Di depan klub. Di sini dingin sekali, Seung Hyun! Palli!

 

From : Lee Seunghyun

Jeongmal mianhae… sabar ya.setelah ini aku ke sana. Tunggulah sebentar… 🙂

 

Aku memasukkan kembali ponselku ke dalam saku long coat ku dan memandang pohon maple yang telah meranggas habis. Angin musim gugur telah membuatnya ditinggalkan oleh kawan-kawan daunnya pergi.

Seung Hyun-aa… kamu lama sekaliii! Perjalanan ke sini kan tidak jauuhh! Lagi

Iklan

Sorry because I love him ( part 1 )

28 Komentar

Wuaaaa, akhirnya nge-post juga! Karena kehilangan Lappy, aku jadi gak bisa nge-post!

Jadi baru nge-post deh!

Hehehehe…

Mian ya…

 

Oke, langsung baca ya…

 

****

 

 

“ Hyung, kenapa dari tadi kau tampak gelisah?” ucap seungri yang dari tadi melihat jiyoung yang hanya mondar-mandir di ruang tunggu pelabuhan. “ tenanglah, kita semuakaningin liburan bersama. Harusnya kau senang, bukannya gelisah seperti itu!”, tambah youngbae.
Lagi

Great Confession (Part.3)

47 Komentar

(Prolog) (Part 1) (Part 2)

Annyeoong!

Sejujurnya, aku seneeengg bangett karena fflovers sekarang udah mulai terkenal dan banyak yang berkunjung. Kemaren aja kata dongsaengku blog ini masuk di peringkat 88 blog teratas.

Wow!! It’s very surprise to us!

Tapi kenapa oh kenapaaa… yang komen di FF ku ini cumin para readers setia yang emang udah nangkring di fflovers sejak dulu. Lho, readers baru nya manaaa?? 🙂
kok jadi para silent readers yaaa?

Chinguu, mungkin ini cumin curcol dari seorang author, tapi komen kalian itu sangat berarti lhoo bagi kami, para author. Jadi nggak cuma aku, tapi juga author yang lain. 😉

Jadi please bangeett, bagi semua mua yang baca FF ku ini, dan mungkin FF-FF yang lain, please bangett untuk tinggalkan jejak buat kami. Nggak susah kaaan buat menyisakan waktu kalian beberapa menit untuk nulis sedikit komen? Hhe.. 😀

Oh ya, selain berita ituu, di akhir aku akan mengadakan kuis kecil yang mengasah otak. Jadii… siapkan diri kalian untuk membaca sampai akhir. 🙂

Mian banyak curcol yaa.. ^^

Enjoy reading~~!

___________________________________________________________

 

Normal POV

Tok… tok…

“Seungri-ah…” Dara membuka pintu dan memasuki kamar Seungri tanpa menunggu jawaban dari pemilik kamar itu. Langkah kakinya mendekati kasur tempat Seungri yang tersenyum ke arahnya. “Bagaimana keadaanmu hari ini?”

“Bosan! Aku benar-benar bosan di sini, noona!” Seungri langsung berceloteh sambil memandang Dara dengan tatapan memelas. “Ayolah pulang, noona…”

Dara meletakkan tasnya di meja samping kasurnya dan mengupas apel yang tergeletak di meja yang sama. “Aku kan tidak pernah melarang kamu pulang. Kan dokter yang tidak memperbolehkanmu pulang. Memelaslah pada dokter. Arasseo?” senyumnya mengembang dan tangannya bergerak mengacak-acak rambut dongsaengku itu. Lagi

Great Confession (Part.1)

37 Komentar

Annyeooongg!!

Wokeehh, setelah lama berhiatus, akhirnya aku kembali lagi. Well, sebenarnya tidak ada niat untuk berhiatus. Tapiii… mata kuliah yang padat, ujian seminggu, even2 kuliah berdekatan dan pendelegasian yang mepet-mepet, benar-benar membuatku tidak punya waktu untuk bahkan membuka Microsoft word. Hiks… T____T

Karena itu, mianhae lamaaa…

FF yang Bag Story… masih dalam masa pembuatan. Aku juga nggak janji bisa cepet, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk nge-posting semuanya secepat mungkin. 🙂
tetep ditunggu yaa…

Sudah ah, langsung sajaaa…

Happy enjoying all~~!

————————————————————————

 

Youngbae POV

Aku pikir, aku tidak akan bisa mencintai seseorang lagi.

Aku sudah terbiasa mencintainya. Aku sudah terbiasa hanya menatap matanya yang hanya seperti satu goresan pensil, melirik senyum dari bibirnya yang mungil, mendengar celotehannya, rajukannya. Aku sudah terbiasa dengan memuja dirimu dan apapun yang kamu miliki.

Aku sudah terbiasa, mencintai muridku sendiri. Lagi

(Oneshot) Bloody Love

51 Komentar

Title : Bloody Love

Genre : Horror, Angst, Sadism, Romance

Rating : PG-15 / PG-17

Casts : Lee Seung Young, Seungri Big Bang, G-Dragon Big Bang, Minzy 2NE1

Disclaimer : Semua casts dan latar tempat bukan punya saya.

WARNING : Pembunuhan sadis, penyiksaan. Yah, biarpun nggak kejam-kejam amat, sih. Tapi bagi yang nggak bisa / atau nggak kuat baca, mendingan jangan.

A/N : Saya kembali lagi dengan FF baru. FF request-an dari Dhicta eonnie karena udah menang kuis FFLA. Huhuhu… Ini ff sadis saya yang pertama. Menurut saya, sih… nggak sadis-sadis amat. Soalnya saya emang nggak bisa nyiksa orang. Bisanya nyiksa diri sendiri (baca: Masokis) #PLAK

Okeh! Kita langsung saja! Buat Dhicta eonnie, semoga suka~

Happy Reading~ Jangan lupa comment~ Lagi

[OneShot] Don’t Lie

17 Komentar

Casts:

– Kwon Ji Yong

– Lee Chaerin

– Lee Park Bom

– Choi Seung Hyun

Ji Yong duduk di halaman belakang YG Entertainment. Dia sedang menunggu Seung Hyun. Sebuah IPod sedang memainkan lagu ‘heartbreaker’ untuknya. Wajahnya terlihat tak sabar juga lelah. Tak lama kemudian Seung Hyun datang bersama pacarnya, park Bom, dan seorang yeoja berambut coklat keputihan.

“Noona~” katanya lalu memeluk Park Bom yang lama tak dilihatnya karena sibuk di Amerika.

“Hyung, rupanya kau ingat dengan yang ku inginkan,” kata Ji yong sambil melirik yeoja yang tak dikenalnya itu.

“Kami datang untuk memperlihatkannya,” Park Bom menarik pelan tangan yeoja yang tak tahu yang sebenarnya.

“Ya! Ada apa sebenarnya?” tanya yeoja itu dengan kasar.

“tentu untuk bertemu dengan G-Dragon,” kata Seung Hyun.

“Kami tinggalkan kalian, ya? Bersenang-senanglah,” Seung Hyun  dan Park Bom pun pergi.

Lagi

Newer Entries