Beranda

[Free Writer] Last Chance (Part 2 – End)

10 Komentar

tittle: last chance (part2 -end-)
author: keisya kim
lenght: continue (2/2)
gendre: romance, friendship
cast: ok taecyeon (2pm)
        suzy / bae seu ji (missA)
“bagaimana keadaanmu taecyeon-ssi?” seorang perawat masuk ke kamarku sambil membawa sarapan. Aku sudah pindah dari Ruang ICU ke ruang rawat biasa kelas VIP.
“aku baik.” Jawabku
“oprasimu 2 hari lagi, apa kau sudah siap?”tanyanya
“mungkin” jawabku acuh tak acuh
“yang penting adalah kondisi mentalmu,oprasi transplantasi jantung bukanlah oprasi kecil. Itu oprasi besar yang fatal. Semua orang khawatir untuk melakukannya,mungkin kau juga.”
“aku tidak menghawatirkan diriku.”jawabku. perawat itu menatapku bingung. “aku khawatir, jika oprasi itu gagal,seorang akan menangisi kepergianku”

Lagi

Iklan

[Free Writer] Music, Dream and Love (Part 7 – END)

25 Komentar

Author : Stephanie Naomi

Title : Music, Dream and Love [Part 7 – END]

Length : Continue

Genre : Romance

Cast : Taecyeon, Wooyoung, Junho (2PM), Suzy (missA), Park Jin Young (Teacher), Bae Su Jung, Lee Jung Ah, Park Yoon Hae (Imaginary Cast)

 

A/N : Super sorry kalau part ini benar-benar sedikit, karena aslinya part ini cuma jadi After Story. Ceritanya selesai sampai di part 6, ini cuma After Story, jadi cuma 3 pages. Maaf kalau ada yang kecewa, I’ll be back with another creative FF 😀 Happy reading guys ^^~

 

***

 

Suzy berjalan menerobos malam Natal yang dingin akibat salju-salju yang mulai turun dari langit sedikit demi sedikit. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantelnya dan lebih cepat lagi berjalan untuk sampai di halte bis. Tas punggung nya setia menemaninya dan juga rambutnya yang dibiarkan tergerai. Akhirnya ia sampai di halte yang saat itu sedang sepi. Ia langsung duduk, membuka sarung tangannya dan mengeluarkan ponsel dari saku mantelnya. Terdapat 2 pesan dari orang-orang yang ia cintai.

 

“Suzy-ah, cepatlah pulang. Ibu buatkan sup hangat untukmu. Jangan lupa pakai sarung tangan, nanti kau sakit.”

 

“Yah, Bae Suzy, kemana saja kau Unta? Aku menelepon ke rumahmu tapi kata Ibumu kau belum pulang. Cepatlah pulang. Aku merindukanmu.”

 

“Cih, merindukanku? Pulang ke Korea saja kau tidak mau.” gerutu Suzy sendiri saat membaca pesan terakhir dari Taecyeon. Ia menutup flip ponselnya dan langsung berdiri, melihat bis yang sebentar lagi akan datang dan membawanya pulang kerumah.

 

Sesampainya dirumah, Suzy langsung masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian. Namun ia menundanya, melihat sebuah kotak yang cukup besar tergeletak diatas tempat tidurnya dengan kartu ucapan yang terselip di pita yang mengikat kotak tersebut. Suzy duduk disebelah kotak itu dan menaruh kotak itu dipangkuannya. Lalu, ia membaca isi kartu ucapan tersebut.

Lagi

[Free Writer] Music, Dream and Love (Part 3)

15 Komentar

Author: Stephanie Naomi

Title: Music, Dream and Love [Part 3]

Length: Continue

Genre: Romance

Cast: Taecyeon, Wooyoung, Junho (2PM), Suzy (missA), Park Jin Young (Teacher), Bae Su Jung, Lee Jung Ah, Park Yoon Hae (Imaginary Cast)

Annyong! Langsung aja ya dibaca dan dikomen part ketiganya. Happy reading, pals ^^

* * *

Seminggu lebih telah berlalu Taecyeon masih tetap suka ikut bermain basket sepulang sekolah tanpa masuk ke dalam klub basket . Ia juga mulai intens berlatih dengan Suzy. Menurut Suzy, diluar jam latihan, sikap Taecyeon berbeda 180 derajat. Saat mereka bertemu diluar klub musik atau jam latihan, Taecyeon seperti tidak kenal dengan adik kelasnya itu, dan Suzy sendiripun juga tidak terlalu peduli dengan sikap Taecyeon yang berubah-ubah.

Istirahat kali ini Taecyeon duduk sendirian di kantin. Tangan kanannya memutar-mutar ponsel miliknya seperti sedang menunggu sesuatu dari ponsel itu, sementara tangan kirinya menggenggam minuman isotonik yang sedang ia minum. Minuman nya sudah habis, begitupun kesabarannya. Akhirnya ia meninggalkan kantin dengan perasaan sedikit sebal, berjalan menuju kelasnya.

“Taecyeon-ah!” panggil Junho tiba-tiba sambil berlari menuju Taecyeon yang berada cukup jauh didepannya.

“Ne~?” balas Taecyeon ketika Junho sudah berada dihadapannya.

“Sepulang sekolah kau tidak kemana-mana kan?” Lagi

[Free Writer] Music, Dream and Love (Part 2)

8 Komentar

Author: Stephanie Naomi

Title: Music, Dream and Love [Part 2]

Length: Continue

Genre: Romance

Cast: Taecyeon, Wooyoung, Junho (2PM), Suzy (missA), Park Jin Young (Teacher), Bae Su Jung, Lee Jung Ah, Park Yoon Hae (Imaginary Cast)

 

Annyonghaseyo! Maaf beribu maaf banget kalo lanjutannya ini kelamaan 😦 I got some trouble with my modem… Jadi sekarang baru bisa dinikmatin lanjutannya. Langsung aja dibaca yah ++ dikomen. Semoga menyenangkan hati semua para pembaca! ^^

 

***

 

Taecyeon sedang duduk didepan Piano Grand miliknya yang berada diruang keluarganya. Beberapa kertas partitur tersebar di atas Piano Grand itu. Ada pula yang tersebar dilantai. Sementara Taecyeon sendiri sibuk dengan pensil dan 3 kertas di hadapannya. Sesekali ia menulis, sesekali ia bermain piano. Terus begitu sampai ia mendengar ponselnya bergetar. Ia pun langsung mengambil ponselnya diatas Piano Grand tersebut dan mendorong slide ponsel miliknya ke atas.

 

“Yoboseyo?”

 

“Taecyeon ssi, Suzy imnida.”

 

“Aku tau. Aku menyimpan nomormu. Ada apa?”

 

“Ada apa?!” gumam Suzy dalam hati. Rasanya ia ingin meledak. Namun ia tidak mau ajakkannya kali ini gagal.

 

“Kulihat… Permainan basketmu bagus hari ini.” kata Suzy, dan setelah itu ia merasa bodoh dengan awal percakapan yang tidak penting itu.

 

“Jadi kau meneleponku hanya untuk memuji permainan basketku? Kau ini hanya membuang waktuku saja.” Taecyeon sedikit mengomel, “Lagipula, memangnya kau tahu kalau aku suka bermain basket? Kau kan hanya mengenalku di klub musik saja.” sambungnya yang membuat Suzy sedikit kebingungan harus menjawab apa.

Lagi

[TOP 10 FFL CONTEST] CONUNDRUM

33 Komentar

Title : CONUNDRUM
Author : ddanghobak
Length : Oneshot
Genre : romance/drama/angst
Cast :
– Wooyoung (2PM)
– Ji Eun (IU)
– Nichkhun (2PM)
– Seulong (2AM)
– Taecyeon (2PM)

CONUNDRUM

{ Ketika perbedaan nasionalisme menjadi sandungan bagi sebuah kebahagiaan dan ketika takdir yang berbeda bertemu dan menciptakan masa depan yang baru. }

***

“TEMBAK!”

“Wooyoung-ah!” prajurit lain berteriak keras mengatasi kebisingan baku tembak di sekitar mereka. Desingan peluru memekakkan telinga, debu bercampur mesiu membuat mereka kesulitan untuk melihat jauh. Serangan dari Utara sudah berlangsung selama dua jam dan masih belum menunjukan tanda-tanda akan berhenti.

“Kapten!”

Prajurit yang dipanggil berlari menghampiri sang kapten. Ok Taecyeon dengan senapannya menunjuk ke arah timur, bajunya kotor penuh debu dan tanah, suaranya serak karena berteriak terus namun tetap penuh autoritas seperti biasa, “Kita kekurangan orang! Pertahankan pos 7!”

“Siap, kapten!” seru Wooyoung sambil memberikan salut, ia mendekap senapannya di dekat dada dan segera berlari secepat mungkin ke arah yang dimaksud sang kapten. Ia tak tahu lagi posisinya di mana, debu dan pasir menggesek kulitnya sementara ia meringkuk pergi ke tujuan. Pos tujuh hanya berjarak dua ratus meter dari posnya sekarang, namun di tengah-tengah serbuan ratusan peluru, dua ratus meter terasa sangat jauh. Terlalu jauh.

“Nickhun!” teriak prajurit itu ketika tangannya sudah menyentuh dinding pos tujuh—tempat sahabatnya bertugas. Ia menegakkan tubuhnya dan mengarahkan pistolnya ke seberang—tempat tentara Korea Utara berada. Dua tembakan lepas dari senapannya. Ia tidak menyangka dalam giliran jaganya di DMZ (Demilitarized Zone—zona perbatasan antara Korea Utara dan Selatan) akan terjadi baku tembak begini. Terakhir yang ia ingat adalah ia sedang mengamati garis perbatasan dengan teropong sebelum suara tembakan pertama terdengar.

“Wooyoung!”

Suara sahabatnya terdengar memanggilnya. Ia berlari ke depan pos, darimana suara Nickhun terdengar. Matanya memicing, mencari sosok di tengah-tengah kekacauan yang terjadi.

“Nickhun!”

“Arah jam dua!’

Prajurit itu berlindung di balik tembok rendah sepuluh meter dari pos. Ia mengutuk keras sambil melihat ke balik tembok. Ia mengambil nafas, berusaha untuk menenangkan jantungnya yang berpacu dan mempersiapkan senapannya. Wooyoung mencengkram laras senapannya kemudian berlari menuju arah Nickhun. Pekuru berdesing di atas kepalanya, suara ledakan dan teriakan membuat ia tidak bisa lagi mengandalkan indera pendengarannya. Wooyoung menembakan beberapa peluru asal-asalan ke arah pos Korea Utara, berharap ada setidaknya satu tembakan beruntung yang mengenai pihak lawan.

Tangannya gemetar—meskipun sudah bersiap untuk menjadi tentara, ini pertama kalinya ia menghadapi perang sungguhan. Jantungnya berpacu, tekanan yang ia rasakan jauh berbeda dengan sangat latihan. Ia bisa mati di sini.

Ia bisa mati.

Ironisnya, justru saat ia berpikir tentang kematian kejadian itu terjadi. Begitu cepat hingga ia hampir tidak merasakannya, sekilas ia pikir ia melihat Nickhun di kejauhan lalu kemudian ia merasakan tubuhnya terlempar karena dorongan peluru yang menembus bahunya. Ia bahkan tidak merasakan sakit, seakan inderanya lumpuh begitu saja. Mati untuk Negara adalah prestasi tertinggi seorang prajurit.

Wooyoung terjatuh dengan kepala terlebih dahulu membentur tanah—kemudian hitam. Lagi

Seven Days (part 2)

18 Komentar

– T-ara’s Eunjung

– Taecyeon

– 2NE1′s CL

– After School’s Kahi

– +After school’s Bekah

Note:

– Made by rahina only

– Don’t be silent reader

– Happy reading!

 

 

 

 

 

 

Lagi

Seven Days (part 1)

6 Komentar

– T-ara’s Eunjung

– Taecyeon

– 2NE1′s CL

– After School’s Kahi

– +After school’s Bekah

Note:

– Made by rahina only

– Don’t be silent reader

– Happy reading!

Hidup itu simple. Kau melakukan sesuatu dan jangan menyesalinya. Aku benci mentaati peraturan. Ini hidupku. Aku bebas melakukan apapun. Memangnya siapa mereka yang berani mengaturku? Aku hanya lakukan sesuatu yang ku mau, dapatkan yang ku inginkan, dan bermimpi menjadi apapun. Satu hal yang sama sekali tak bisa dan tak akan bisa ku langgar. Mimpi. Aku memang masih seorang murid yang selalu dipanggil ke ruang guru dan diberi hukuman. Tapi walaupun begitu, mimpiku jauh lebih besar…

Lagi

Older Entries