Beranda

Sorry because I love him ( part 1 )

28 Komentar

Wuaaaa, akhirnya nge-post juga! Karena kehilangan Lappy, aku jadi gak bisa nge-post!

Jadi baru nge-post deh!

Hehehehe…

Mian ya…

 

Oke, langsung baca ya…

 

****

 

 

“ Hyung, kenapa dari tadi kau tampak gelisah?” ucap seungri yang dari tadi melihat jiyoung yang hanya mondar-mandir di ruang tunggu pelabuhan. “ tenanglah, kita semuakaningin liburan bersama. Harusnya kau senang, bukannya gelisah seperti itu!”, tambah youngbae.
Lagi

Iklan

Sad Harmony (Part.2)

24 Komentar

Annyeeooongg !!! saya kembaliii ! 😀

ayoo,  sapa yg nunggu Sad Harmony Part 2 nyaa? semoga banyaak yaaa… ^^

karena kemaren banyak yang bilang part nya kependekan, jadi hari ini panjaaangg… 😀
kan karena readers ingin dimengerti. *gaya*

hhaa…

humm… kayaknya nggak ada yg mo diomongin lagi siihh..
jadii..

HAPPY ENJOYING !! 😀

____________________________________________________________________

Normal POV

“Youngbae saengnim?!”

Lelaki yang dipanggil Youngbae itu berjalan mendekati kasur Minji, kemudian membungkuk pada Daesung. “Joseonghamnida. Gong Minji sangat tidak sopan pada anda.”

“Tidak apa-apa.” Daesung menggelengkan kepalanya.

Minji memukul lengan Youngbae. “Yaa! Youngbae saengnim, ngapain saengnim kesini? Dan untuk apa pula saengnim minta maaf pada dokter? Kan dia yang salah! Tidak bisa melihat pembuluh darah saja, masih memaksa ingin menyuntikku. Huh!”

Youngbae langsung menoleh pada Minji. Matanya menatap tajam gadis itu. Suaranya meninggi. “Gong Minji! Aku kesini untuk menjengukmu. Lagipula aku yang bertanggung jawab atas keberadaanmu disini. Jadi, berbuatlah sopan pada dokter dan jangan buat aku malu!”

Nyali Minji langsung ciut mendengar gelegar suara saeng-nya itu. Dia mencicit, “Mianhaeyo, saengnim…”

“Sudahlah. Mana tanganmu? Biar dokter segera mengambil darahmu.”

“Saengnim… sakitt… aku tidak mau…” Minji mencoba merajuk. Namun mata Youngbae malah melotot, membuat Minji tak punya pilihan lain selain mengulurkan tangannya ke arah Daesung. Tentu saja dengan wajah cemberut.

Daesung memegang pergelangan tangan Minji dan bersiap menyuntik. Mulut Minji mulai komat-kamit, entah melafalkan apa. Matanya melihat jarum suntik ngeri. Semakin dekat jarum suntik dengan kulitnya, semakin cepat gerakan mulut Minji. Bahkan gadis itu menutup matanya erat dan meringis ketika jarum suntik akhirnya menembus kulitnya dan masuk ke pembuluh darahnya. Lagi

Sad Harmony (Part.1)

24 Komentar

hola holaa! oohayoouu gozaimasuu!! annyeong haseyoo!

adiez kembali! dengan part 1 (yang semoga) ditunggu2.! hhee.. 🙂

humm.. part1 ini, aku pengen ngasih kesan serius, dan sedikit konyol. karena pada dasarnya, ini cerita yang agak sedih, tapi tetep ketawa. nah lhoo.. bingung kan?
orang author nya juga bingung gimana bikinnya. 😛

ya sudahlah, happy enjoying all! ^^

__________________________________________________________________

Appa, apakah menurutmu, lebih baik aku tidak ada? Jika aku tidak ada, apakah appa akan lebih bahagia?

Daesung POV

Aku menuruni tangga apartemenku. Walau namanya apartemen, tapi bangunan ini hanya memiliki 2 lantai, dengan 8 kamar, 4 kamar di atas, dan 4 kamar di bawah. Masing-masing ruangan besarnya 40 meter persegi. Cukup besar bila untuk sendiri. Kamarku sendiri ada di atas, kamar 2.03.

Aku berulang kali melirik arloji di tangan kananku.

Mati aku! Kurang lima belas menit atau aku akan telat.

Aku bisa dengan sangat jelas membayangkan dosen killerku yang amat sangat ‘kusayangi’, dokter Yang Hyunsuk itu, marah besar. Dosen itu pasti langsung berkacak pinggang dengan mata merah penuh bara api begitu aku sudah ada dihadapannya, lengkap dengan taring yang memanjang sampai melewati bibir bawahnya, dua tanduk di atas kepalanya, plus latar belakang api merah yang membara. Seolah beliau mau memakanku hidup-hidup. aku langsung begidik membayangkannya. Lengkaplah sudah penderitaan di awal hariku hari ini. Huuufftthh…

Aku masih menyusuri koridor apartemen reotku, ketika kakiku merasakan sesuatu yang basah di lantai. Hidungku membaui sesuatu. Bau yang anyir. Bau khas… darah.

Mataku langsung beralih ke lantai. Darah. Merah, masih segar. DARAH APA INI??! Lagi

[Prolog] Sad Harmony

25 Komentar

Annyeoongg !

Lho dis, katanya mau hiatus?

iyaa, aku mau hiatus, tapi kok masih pengen nulis. repoott kaann?? huhuu..
jadi, aku putuskan! aku akan nulis sesuai waktu luang dan kemalasan belajar. maksudnya kalo lagi males belajar ya nulis. jadi, kalo aku ng-release part nya agak lamaaa.. mungkin 4hari? seminggu? pokoknya bener2 sebisaku deh. miaan yaaa… ^^
hehehee..

ngomong2 ini ntar part nya ga terlalu panjang lhoo.. hehee..

dan sepertinya dictaVIP *yang gila* itu bener, posting pendek itu nggak enak. jadi seperti dia, aku akan mengungkap jati diriku sesungguhnya. *ceilaahh*
BUUUUZZZ!!!

Nama: Gladish Rindra Sukmadewi, biasa dipanggil adis, adiez.
umur: 19 th. ulang tahun 5 okt, jadi jangan lupa kadonya yaa..
status: mahasiswa fk yang labil yang kerjaannya nulis cerita FF, berusaha rajin menabung, dan selalu baik hati. otaku dorama jepang dan musik korea. 🙂

aduh, sumpah deh. ini nggak penting. -____-”

ya sudah, happy reading!

________________________________________________________________________________

Tittle: Sad Harmony

Genre: Romance

Artist: Gong Minji, Kang Daesung, Yang Hyun Suk, Choi Seunghyun.

Lagi