Mistakes

***

Cast : Kyuhyun

Author : Hyeyoon

lenght : Oneshot,

Genre : Songfic, Romance

‘Ini bukan Evil Couple scene’

***

FF ini terinspirasi dari lagu balladnya snsd.

Wish you like it .. ^^

***

Kesalahan?

Ya, mungkin itu adalah sebuah kesalahan saat aku jatuh cinta padamu.

Suatu kesalahan yang kusesalkan dan juga tak kusesalkan.

Aku tau semua sudah diatur oleh tuhan.

Kesalahan ku juga semua menjadi seperti ini.

Kesalahanku…

***

“apa penampilanku sudah cantik?” tanyaku pada Hyo Eun onnie yg berada disebelahku

“dongsaeng, kamu selalu terlihat cantik. Memangnya ada apa?” balas Hyo Eun onnie kembali bertanya padaku. Hem, ada sesuatu yang tak boleh kulewatkan tiap harinya. Aku hanya tersenyum tak membalas pertanyaan Hyo Eun onnie.

“heyy.. ada apa?” ujar Hyo Eun onnie melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku.

“ani.. gwenchanayo…” balasku padanya.

“jinjja? Kau terlihat senang sekali. Apa kau sedang jatuh cinta?”

Deg. Tebakan Hyo Eun onnie benar sekali.

“ne. Jinjja.” Ucapku malu-malu

“nuguya?”

Aku tak menjawab pertanyaan Hyo Eun onnie namun hanya tersenyum. Aku tak dapat menjawab pertanyaan Hyo Eun onnie dengan memberitahu nama namja itu. Wajahku akan merah saat menyebut nama namja itu.

Hatiku berdebar sangat kencang bila mengingat wajah namja itu yg sangat tampan.

Ya, dia sangat tampan.

“hey, sedang membayangkan wajah namja beruntung itu ya?” goda Hyo Eun onnie.

“mwo? Aniya…” ucapku salting

“kau tau? Namja itu pastinya sangat beruntung”

“ne? Waeyo onnie?” ucapku heran. Kenapa namja itu beruntung? Hyo Eun onnie terdiam sebentar dan memandangku penuh arti. Dia memandang seluruh sudut yang ada di wajahku dan memegang daguku sebentar lalu melepaskannya. Saat itu Hyo Eun onnie berkata “namja itu sangat beruntung karena yeoja secantik dirimu dapat menyukai dia.”

“hahaha, onnie jangan bercanda.” Ucapku seraya tertawa

“jeongmal. Kau sangat cantik”

Baru kusadari sesuatu. Sekarang sudah jam berapa? Kulirik jam yg ada didinding ruangan ini. MWO??!! Sudah jam segini? Andwae!! Aku harus buru-buru. Dengan segera aku berdiri dan Hyo Eun onnie menatapku dengan bingung. “waeyo?” tanyanya padaku bingung.

“aku harus buru-buru onnie. Mianhe.. nanti pulang aku akan menceritakan semuanya. Saranghae” ucapku pada Hyo Eun onnie seraya berlalu. kami memang harus mengucapkan kata ‘saranghae’ saat akan pergi.

***

Hem, apa dia sudah berada disini?

Kuparkir mobilku didepan salon mobil yang biasa kudatangi itu.

Ya, aku melihatnya disini 4 bulan yang lalu.

Saat itu aku akan mencuci mobilku disalon mobil yang selalu kudatangi ini.

*flashback*

Seperti biasa, aku menunggu mobilku selesai dicuci didalam sebuah cafe yang ada disini.

Kulihat dia juga memasuki cafe ini dengan gayanya yg terlihat ringan. Langkah kakinya membawakan suatu cahaya untukku. Suara kaki yang sangat khas. Baru kali ini aku melihat dia disini. Umurnya seperti berbeda 3-4 tahun dariku yang berumur 20 tahun ini. Dia terlihat sangat dewasa. Aaah, sudahlah Hyeyoon.. jangan melihatnya terus… bisa-bisa kau akan benar-benar jatuh cinta pada namja tampan itu.

Tapi, sumpah namja itu sangat tampan. (flashback end)

Namun kali ini aku tak dapat melihat dia dari dekat. Aku tak punya alasan yang cukup bagus untuk masuk kedalam salon mobil ini. Mobilku sangat bersih karena aku baru saja datang kesini kemarin untuk mencucinya.

Aku sendiri heran mengapa dia kemari tiap hari.

Aaah, sudahlah. Kubawa mobilku memasuki salon itu.

“aih, Hyeyoon-sshi. Ada apa?” sambut Jungsoo ahjussi begitu melihatku datang.

“hahaha, biasa ahjussi..” ujarku beberapa saat setelah Jungsoo ahjussi bertanya padaku. Aku bingung harus menjawab apa sebenarnya.

“mau melihat Kyuhyun ya?” goda Jungsoo ahjussi yang dapat menebaknya.

Ya, laki-laki itu bernama Cho Kyuhyun. Dia berumur 23 tahun.

Laki-laki yang selalu membawa mobil audy berwarna silver miliknya kemari. Dialah yang selalu kulihat disini.

“ahjussi, apa kau melihat kunci mobilku?” kudengar suara itu semakin mendekat kemari. Suara khas yang sangat kukenal. Itu adalah suara Kyuhyun. Deg, perlahan dia semakin mendekat dan mendekat. Stop. Ya, dia berdiri tepat disampingku sekarang.

Hatiku semakin tidak karuan.

“ani. Waeyo?” balas Jungsoo ahjussi menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“ani. Aku lupa meletakkannya dimana.” Ucapnya seraya meraba-raba kantongnya. Ekspresinya datar walaupun terlihat sedikit bingung. Ekspresi datar itulah yang sangat kusukai dari dia.

“coba kau ingat-ingat tadi kau letakkan dimana.” Ujar Jungsoo ahjussi yang sedikit khawatir.

“seingatku tadi aku memegangnya.”

Aku hanya dapat berdiri terdiam memaku disampingnya tak dapat berkata apapun. Sesekali Jungsoo ahjussi mengedipkan matanya iseng untuk menggodaku. Aaahhhhh …..

“Kyuhyun-ya……”

Kudengar ahjumma penjaga cafe disini memanggil namanya.

“Kyuhyun-ya, kunci mobilmu ada padaku. Tadi kau lupa meletakkannya diatas meja. Untung saja aku yang menemukannya.” Jelas Minjung ahjumma panjang lebar dan segera memberikan kunci mobil itu pada Kyuhyun.

“aish, ternyata disana. Terima kasih ahjumma.” Ucap Kyuhyun masih dengan ekspresi datarnya dan tidak menghiraukan aku yang berada tepat disampingnya dan daritadi memperhatikannya.

“ne. Sama-sama.” Ucap Minjung ahjumma sambil lalu.

“lain kali jangan ceroboh lagi yah!” tegas Jungsoo ahjuussi menjitak kepala Kyuhyun.

“ne. Ara. Baiklah ahjussi, aku pulang dulu. Urusanku sudah selesai kan? Annyeong..”

Kyuhyun pun perlahan pergi dari sampingku dan menuju mobilnya.

“nah, Hyeyoon-sshi….” ujar Jungsoo ahjussi menggodaku seraya menatapku mengedip-ngedipkan matanya. “senang kan bisa berada disisi Kyuhyun tadi?” lanjutnya masih menggodaku.

“aish, ahjussi… aku maluuu…” kataku segera menyembunyikan wajahku yang memerah panas dibawah meja yang berada didepanku.

“hahaha, Hyeyoon-sshi wajahmu terlihat sangat merah” ujar Minjung ahjumma juga menggodaku.

“kyaaa… jangan seperti itu. Aku menjadi semakin maluu…” kurasakan wajahku semakin memanas karena malu.

Karena merasa sudah lebih baik, kuangkat kepalaku untuk kembali biasa saja. Kuputar kepalaku ke segala arah. Sepertinya tak ada lagi yang kubutuhkan disini. Aku kan kesini hanya untuk melihat Kyuhyun.. hehe😄

“ahjussi, ahjumma. Aku mohon permisi dulu. Aku harus segera pulang.”

“ah, ne Hyeyoon-sshi. Kyuhyun sudah tak ada disini soalnya. Pulanglah…” balas Jungsoo ahjussi.

“ne.. gomawo ahjussi. Annyeong…” ujarku segera berlalu.

“hati-hati dijalan.” Teriak Minjung ahjumma memperingatkanku.

“ne ahjumma, gomawo ….” teriakku menurunkan kaca mobil dan berteriak kearah Minjung ahjumma.

Kubawa mobilku keluar dari salon mobilku.

Tuhaaaaan, dekat sekali posisi dia tadi… jantungku berdetak tak menentu saat berada disampingnya.

Aku tak bisa menahan detak jantungku yang bertdetak sangat cepat saat dia berada disampingku, sedekat itu.

Aku mencintainya tuhan…

***

“bagaimana?” tanya Hyo Eun onnie yang tiba-tiba sudah berada didepan pintu kamarku.

“bagaimana apanya onnie?” ujarku tersenyum tak jelas.

“hmmm”

Dengan perlahan Hyo Eun onnie mendekatiku dan segera duduk disampingku.

“waeyo?” tanyaku sedikit heran.

“apa kau sudah mengatakan perasaanmu?” tanya Hyo Eun onnie tiba-tiba.

“ne? Ani… andwae.. aku malu onnie. Lagipula dia tidak menyukaiku…”

Terlihat dari ekspresi wajahnya aku tau dia kaget dengan perkataanku tadi.

“waeyo? Kenapa kamu bisa yakin seperti itu”

Dengan cepat aku menceritakan kejadian tadi siang saat dia berdiri disampingku namun sama sekali tidak mengetahui kehadiranku yang berada disampingnya. Kejadian yang sebenarnya sejak tadi berada dipikiranku.

“oh… berusalah dongsaeng agar dia dapat melihatmu. Hwaiting!!” ucap Hyo Eun onnie menyemangatiku sambil mengepalkan tangannya menunjukkan kata “semangat!!”

“ne onnie.. gomawo…”

“ah, Hyeyoon, sudah malam. Aku tidur dulu yah. Jalja…”

“ne onnie. Jalja…”

Kututup mataku untuk mengakhiri malam ini, hari ini.

Semoga hari esok bisa lebih baik daripada hari ini.

***

Ajaib. Apa yang kuharapkan semalam menjadi kenyataan.

Coba tebak apa yang terjadi sekarang?

Aku sedang duduk bersama Kyuhyun di cafe yang ada di salon mobil ini!

*flashback*

“ne onnie, aku sedang di salon mobil, mobilku kotor dipakai appa semalam”

BRUK!!

Karena keasyikan mengobrol dengan Hyo Eun onnie, aku tak melihat bahwa ada orang yang berjalan didepanku.

“ah, mian.. aku tak melihat ad……”

Ucapanku terhenti begitu saja saat aku mengetahui siapa orang yang berada didepanku, siapa orang yang kutabrak barusan.

Dia adalah pria yang sangat kukami. Pria yang kusukai sejak 4 bulan yang lalu.

Dia menatapku tak mengerti. Beberapa menit kemudian dia berkata “ah, ne. Gwenchanayo.”

Namun, setelah mengucapkannya dia segera beranjak pergi. Tidak, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

“ah, Park Hyeyoon imnida.”

Haduuuh, apa yang kulakukan? Mengapa aku mengenalkan diriku?

Sesaat kulihat dia tersenyum melihatku yang memperkenalkan diriku didepannya.

“Cho Kyuhyun imnida.” Ujarnya singkat.

“ah, Kyuhyun-sshi, maukah kamu menemaniku meminum sesuatu di cafe itu?”

MWO?! Apa yang kukatakan barusan?

Omooo… babo saram!! Hyeyoon babo!!

Aarrggghhhh…

“ah, ne. Baiklah. Ayo kita ambil tempat disana.”

Ne? Apa yang dikatakan dia tadi?

*flashback end*

Disinilah aku sekarang.

Duduk di meja yang sama dengan Cho Kyuhyun.

Apa yang harus kukatakan ??

Hyeyoon babooo~

“mianhe….” ujarku lirih.

Kulihat Kyuhyun sedikit terkejut dengan perkataanku tadi.

“waeyo?” tanya dia sedikit terkejut.

“aku telah mengganggu waktu senggangmu..” jawabku lirih.

Diujung pelupuk mataku kulihat Kyuhyun tersenyum dan mendekat padaku.

Dia tersenyum dan membelai rambutku halus. Omoo!!!

Hatiku makin tidak karuan….

Wajahku memerah seperti kepiting rebus. Ya, aku merasakan itu.

Perlahan Kyuhyun menjulurkan tangannya padaku “kita temenan?”

Dengan lembut kusambut uluran tangan itu dan tersenyum padanya. Aku berusaha memberikan senyum terbaikku. “baiklah”

***

Bulan demi bulan pun berlalu.

Kini genap satu tahun aku dan Kyuhyun berteman.

Semakin lama aku dan dia semakin dekat.

Tuhan, apa ini pertanda bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku?

Kurasa dia tau bahwa aku menyukainya.

Karena, kupikir, Jungsoo ahjussi sudah memberi taunya.

Hari ini Kyuhyun dan aku berjanji untuk bertemu ditaman didekat salon mobil itu

_______________________________

“Hyeyoon?” panggil dia saat melihatku datang dari kejauhan.

“oppa… lama menunggu?” tanyaku saat dia mendekat.

“ne. Kau kemana saja?” bentaknya padaku membuatku sedikit takut.

“ah, mianhe oppa… tadi onnie sempat menahanku” ujarku tertunduk. Ya, aku terlambat karena Hyo Eun onnie yang mencegatku tadi~

Anehnya Kyuhyun hanya tersenyum dan sesaat kemudian tertawa.

“mwo? Waeyo oppa? Kenapa oppa tertawa?” tanyaku padaku dengan wajah kebingungan.

“hahahahaha, aniya…. gwenchana… kau mudah sekali ditipu. Lihat ekspresimu tadi, sangat lucu.” Ucapnya tertawa.

Malu sekali saat dia mengatakannya. Omooo~ hatiku berdetak saat melihatnya tertawa lepas seperti itu.

“hahaha, mianhe Hyeyoon…” katanya meminta maaf padaku seraya mengelus rambutku.

Deg. Hatiku berdetak semakin kencang saat dia menyentuh rambutku.

“gwenchana oppa.”

“baiklah, ayo pergi.” Ajaknya seraya menggenggam tanganku dan menariknya.

Walaupun dia sudah sering melakukannya, namun aku masih tetap tak bisa terbiasa dengan perlakuannya ini.

“oppa, bagaimana dengan mobilku?” tanyaku padanya saat dia membawaku kedalam mobilnya.

“diparkir saja dulu disini.” Katanya.

“ah, ne. Baiklah..”

***

“bagaimana makanan disini?” tanyanya saat melihatku makan dengan lahap direstoran tempat kami datang.

“mm, enak oppa.” Jawabku sambil lalu.

“habiskan.”

Waktu pun berlalu sampai dia memutuskan untuk mengatakan sesuatu padaku.

“Hyeyoon?” ucapnya memanggil namaku.

“ne oppa? Wae?”

“aku ingin mengatakan sesuatu padamu boleh?” tanyanya tiba-tiba.

“ah, ne oppa. Katakan.” Jawabku memutuskan untuk mendengar apa yang akan dikatakannya.

“aku……”

Sesaat dia tampak ragu dan malu untuk mengatakannya. Namun, beberapa menit kemudian dia telah membukatkan tekadnya untuk mengatakannya padaku.

“aku menyukai seseorang.” Akunya singkat. Sesaat kulihat wajahnya memerah.

“nuguya, nuguya? Siapa oppa?” tanyaku bersemangat (saat itu aku tak tau apa yang akan dikatakannya. Aku tak tau bahwa semua akan mengubah apa yang telah kujalani~)

“namanya………..”

“siapa oppa?” desakku semakin penasaran

“Im Hye Zha” jelasnya singkat dan terlihat sangat senang ketika mengatakannya.

Tubuhku seperti ditelan bumi.

Jiwaku seolah melayang entah kemana.

Hancur sudah semua harapanku.

Hancur semua perasaanku.

Dia menyukai perempuan lain.

Rasanya aku ingin menangis disitu saat itu juga saat dia mengatakan yang sebenarnya. Bahwa dia menyukai seorang perempuan, dan perempuan itu bukan aku.

“dia wanita yang sangat cantik” ~seperti apa wajahnya?

“dia wanita yang baik” ~sebaik apa hatinya?

“sepertinya dia juga memiliki perasaan yang sama denganku” ~sebesar apa cintanya? Apa sebesar cintaku padamu oppa?

“hanya dia perempuan yang dapat kupandang” ~aku? Aku selalu ada disisimu oppa. Selalu. Apa kau tak melihatku? Tak memandangku?

“tak ada yang lebih baik dari dia. Aku mencintainya. Mencintai Im Hye Zha” ~hancur semua perasaanku. Tak ada lagi yang bisa kukatakan.

Semua perkataan yang terlontar dari bibir Kyuhyun hanya terlintas dipikiranku. Aku tak dapat mencerna semua perkataannya.

Pikiranku sibuk untuk berusaha agar tidak menangis didepannya.

Aku harus berusaha tersenyum. Ya, tersenyum.

Kuhias wajah datarku dengan senyum paksaan yang menyakitkan.

“selamat oppa. Semoga kau bisa mendapatkannnya.” Ucapku tercekat.

“ne. Gomawo Hyeyoon. Kau adalah satu-satunya orang yang mengetahui perasaanku. Ah, lega sekali rasanya”

Ya, itu untukmu. Namun tidak untukku.

Apa kau tak tau hatiku sangat sakit menerima semua kenyataan yang baru saja kuketahui?

Sakit hatiku oppa.

“Hyeyoon? Gwenchana?” tanyanya padaku sedikit khawatir.

“gwenchana oppa. Aku ingin pulang saja”

Tak ada artinya aku disini bersamamu lagi. Kau telah memilih seseorang untuk bertahta dihatimu, dan itu bukan aku.

***

Hari ini berlalu begitu saja. Begitu juga saat kudengar perasaanku hancur lebur saat mengetahui semua kenyataan yang terjadi.

Drrt drrt drrt…

Sebuah pesan masuk tiba di ponsel genggamku

From:Cho Kyu Hyun^^

Hyeyoon, besok aku akan menyatakan perasaanku padanya. Bisakah kau membantuku?

 

To:Cho Kyu Hyun^^

Bantu apa oppa?

 

From:Cho Kyu Hyun^^

Kau harus menemaniku saat aku mengatakannya.

 

To:Cho Kyu Hyun^^

Mwo?

 

From:Cho Kyu Hyun^^

Ne, kau harus menemaniku saat aku menyatakan perasaanku.

 

Sebelum dapat kuteruskan mengetik pesanku, sebuah pesan masuk kembali kedalam ponsel genggamku.

From:Cho Kyu Hyun^^

Aku menunggumu ditempat tadi besok jam 2 siang.

Sepertinya aku tak dapat mengelak lagi. Kubulatkan tekadku untuk datang ketempat yang dimaksudkannya besok. Namun, aku tak membalas pesannya tadi. Dengan cepat aku melempar ponselku kearah tempat tidurku.

Aah, besok aku akan menyaksikan hatiku hancur lebur.

***

“mau kemana?” tanya Hyo Eun onnie saat melihatku berganti pakaian namun berbeda dengan penampilanku satu tahun ini.

“kesuatu tempat dimana aku akan menjadi orang bodoh” ujarku dingin.

“mworago? Ada apa Hyeyoon? Tidak biasanya kau seperti ini.” Ujar Hyo Eun onnie bingung.

“gwenchana onnie. Aku pergi” jawabku melewati dia yang berdiri didepan pintu kamarku.

Namun langkahku berhenti saat aku merasa sesuatu mengganjal dihatiku.

Mataku memanas. Aku tak bisa menahan air mataku yang kini mengalir diwajahku.

Kuputar badanku dan memeluk Hyo Eun onnie.

“hey, hey, wae?” tanyanya seraya mengelus rambutku persis seperti yang dilakukan Kyuhyun kemarin.

Hal itu membuat air mataku semakin deras keluar.

Dengan cepat aku menceritakan semua pada Hyo Eun onnie.

Ternyata dia mengerti dan segera mendudukkanku didepan meja rias yang berada dikamarku.

“apa yang akan onnie lakukan?” tanyaku pada Hyo Eun onnie dengan heran.

“kau akan melihat hasilnya.”

Beberapa menit berlalu. Hyo Eun onnie mendandaniku. Dia menyihirku menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

“untuk apa semua ini onnie?” tanyaku bingung saat melihat dia juga mengganti bajuku dengan baju terusan yang baru kubeli beberapa hari yang lalu.

“hari ini adalah hari terakhir dia menjadi laki-laki yang sendiri. Dan ini juga kesempatan terakhirmu” jelas Hyo Eun onnie padaku.

“haha, aku tak mempunyai kesempatan lagi onnie…” ujarku lemah.

“try it. Nothing’s impossible if we want to try it.” Kata Hyo Eun onnie menyemangatiku, tersenyum padaku.

“ok. I gonna try it” balasku tersenyum padanya.

***

Saat aku tiba, Kyuhyun belum tiba disitu.sedikit bersyukur sebenarnya. Namun, tak lama kemudian dia langsung datang dan menghampiriku.

“Hyeyoon?”

Seperti biasa, dia dengan ringan dan senangnya menyapaku dengan hangat. Namun hanya kubalas dengan seuntas senyum lemah dibibirku.

“kau cantik sekali hari ini.” Ucap dia memulai pembicaraan. Entah mengapa, aku merasa dia sedikit tersipu malu.

Apa benar kata onnie bahwa ini adalah kesempatan terakhirku?

Tuhan~ kabulkanlah harapanku.

“Hyeyoon, kamu duduk disana ya, lalu kau lihat apa yang akan terjadi.” Ujarnya bersemangat.

Tidak. Tuhan tidak mengabulkan harapanku.

“ara~”

“Hyeyoon, itu mobilnya. Cepat. Aku sudah tidak sabar”

Dengan lemah aku berjalan kearah meja yang ada diujung sana dan duduk sendiri disana seperti orang bodoh.

Benar kata Kyuhyun. Dia sangat cantik. Tanpa sengaja aku mengarahkan kamera handphoneku dan memotret perempuan itu. Entah untuk apa.

Drama sudah dimulai. Aku disini menonton apa yang dimainkan mereka.

Aku disini melihat bagaimana hatiku hancur lebur.

Semua sudah terjadi. Semua terjadi sangat cepat dikepalaku.

Kyuhyun menggenggam tangannya dan mengatakan sesuatu. Aku melihat dia tersenyum dan membentuk kata “ne, aku mau” dibibir tipisnya dan segera memeluk Kyuhyun yang juga membalas pelukan hangatnya.

Mereka berbicara bersama.

Tertawa bersama.

Kyuhyun menatap perempuan itu penuh cinta.

Andai saja perempuan beruntung itu adalah aku. Andai saja aku yang berada disitu, bukan dia.

Perlahan kurasakan hatiku bergetar saking sakitnya perasaan yang kurasakan ini.

Hatiku hancur berkeping-keping. Tanpa bisa kucegah, kepingan hatiku jatuh dari mataku sebagai air mata.

Air mata itu adalah hatiku yang hancur.

Sakit yang kurasakan tak dapat kutahan lagi.

Aku menangis seperti anak kecil yang ditinggalkan ibunya.

Aku menangis karena cintaku hancur begitu saja. Dia tak mengetahui perasaanku padanya dan takkan pernah mengetahuinya.

Segera kuberanjak dari tempat itu dan meninggalkan pasangan bahagia diatas kesedihanku.

Aku harus melupakannya.

Melupakan semua tentang dia.

***

Entah mengapa aku tak dapat menghentikan air mataku yang mengalir deras dari mataku.

Dibalik pintu Hyo Eun onnie sudah berkali-kali memanggil namaku namun tak aku hiraukan.

Aku tak peduli apapun lagi.

“Hyeyoon?”

Apa ini efeknya?

Mengapa aku dapat mendengar suaranya yang tak mungkin lagi kudengar?

Aku mendengar suara Kyuhyun dari balik pintu.

“Hyeyoon?”

Suara itu memanggilku lagi dan lagi.

Tapi ini bukan khayalanku. Ini nyata.

Dia berada dibalik pintu kamarku dan memanggil namaku.

Aku ingin melihatnya. Aku ingin membuka pintunya. Namun aku tak bisa.

Hatiku tak siap bertemu dengannya.

Namun kubulatkan tekadku untuk membuka pintuku.

“hyeyoon.” Ucapnya memanggil namaku saat melihatku telah membuka pintu untuknya.

“wae oppa?” tanyaku berusaha tersenyum padanya, namun gagal.

“kenapa tadi kamu pergi?”

“aku pusing oppa. Mianhe..”

“jangan berbohong. Tatap mataku” ujarnya memegang wajahku membutaku dapat melihat wajahnya.

Tak dapat lagi kutahan semuanya.

“aku menyukai oppa.” Ujarku mengaku padanya.

Hening sesaat.

Namun Kyuhyun oppa memecahkan keheningan itu.

“mianhe Hyeyoon. Aku tak mencintaimu seperti kau mencintaiku.”

Kaget. Dengan tangkas aku melepas tangannya dari wajahku.

“aku mencintaimu. Namun hanya sedikit. Cintaku pada Hye Zha lebih besar. Jauh lebih besar daripada cintaku padamu. Mianhe Hyeyoon.” Ujarnya menyesal.

“ani oppa. Gwenchanayo~”

“maafkan oppa…” pintanya.

***

Ya. Ini kesalahanku karena tak membuatmu jatuh cinta padaku lebih daripada itu.

Kesalahanku tak membuatmu mencintaiku lebih daripada aku mencintaimu.

Kesalahanku tak membuatmu mencintaiku seperti yang kumau.

Sampai kapan aku harus menangis untukmu?

Kau tau hatiku hancur.

Aku tau aku tak bisa mendapatkanmu.

Tapi perasaanku tetap bertumbuh, tetap ada untukmu.

Kesalahanku karena menunggumu seorang diri, menyesal seorang diri, mencintaimu.

Semua kesalahanku.

Kesalahanku.

Mistake~